PGC sebagai Cikal Bakal Sel Gamet

pgc1PGC adalah prekursor embrionik dari gamet. PGC muncul dari jaringan ekstra-gonadal dan melakukan migrasi melalui jaringan somatis menuju calon gonad, dimana PGC mengalami poliferasi dan diferensiasi menjadi sel-sel oogonia atau spermatogonia. Adanya ketidaknormalan pada proses perkembangan ini dapat menyebabkan kekurangan embrionik germ cells yang berakibat pada ketidaksuburan (infertilitas) pada individu dewasa. PGC merupakan sel-sel pembentuk gamet yang mampu memindahkan fenotip dari setiap individu termasuk semua cacatnya ke generasi berikutnya.

Pada awal perkembangan gonad tidak ada PGC yang terdapat pada gonad vertebrata. PGC kelinci dapat diidentifikasi sesaat dan selama awal tahap gastrulasi, di sekitar bagian proksimal dari epiblast, di dalam daerah ekstra gonadal dan ekstra embrionik, dekat dengan daerah kantung kuning telur di dasar allantois. Pada akhirnya PGC akan bermigrasi ke gonad untuk membentuk germ line di ovarium atau testis. Alkalin fosfatase digunakan sebagai penanda untuk PGC karena bisa menunjukkan reaksi positif pada tikus di jaringan embrio yang berbeda. Dengan menggunakan kriteria ukuran sel dan struktur elektron, titik awal PGC berada dapat dikenali. PGC pada teleostei dapat dikenali pada sekitar tahap somitogenesis. Beberapa peneliti sepakat bahwa pada tempat pertama kali PGC dikenali merupakan tempat asal pembentukan PGC. Meskipun demikian, tidak dapat diabaikan bahwa populasi kecil PGC telah ada pada sebelum tahap gastrulasi akhir dan bermigrasi menuju posisi dimana PGC dapat diidentifikasi baik secara morfologi maupun dengan eksprerimen tranplantasi embriologi.

Spesifikasi PGC pada zebrafish tergantung pada pewarisan plasma germinal dimana beberapa molekul RNA seperti nanos dan vasa berada. Vasa merupakan RNA helikase yang pada mulanya diidentifikasi pada Drosopila, merupakan homolog dan tampak seperti RNA atau protein pada garis keturunan germ cell dari semua organisme yang dipelajari hingga saat ini. Pada Zebrafish, transkrip vasa telah dapat dideteksi dengan hibridisasi in-situ di oosit serta dengan hibridisasi Northern dan sejumlah besar hibridisasi in-situ pada telur-telur yang baru saja mengalami fertilisasi.

Dengan analisis histokimia, keberadaan PGC dapat dikenali sehingga memudahkan dalam proses isolasi PGC. Pada organisme yang bereproduksi secara seksual, garis keturunan germ cell muncul dari PGC pada awal tahap embriogenesis. Kemajuan dalam bidang biologi sel dan biologi molekuler telah memungkinkan mengidentifikasi sel dengan menggunakan penanda molekuler. Pelabelan dengan menggunakan lebih dari satu warna dapat secara simultan ditampilkan secara in vivo termasuk ekspresi gen, pertukaran ion-ion, perubahan protein dan organel sel, kromosom serta proses lainnya.

Spesifikasi PGC pada ikan telah dipelajari dengan lebih jelas pada teleostei dengan observasi menggunakan mikroskop cahaya dan elektron. PGC telah dikenali dengan ukurannya yang besar dan mempunyai struktur seperti nuage dengan ciri khas padat elektron. Jika dibandingkan dengan sel-sel somatis, PGC berukuran lebih besar (10-20 µm) dengan ukuran inti yang besar juga (6-10 µm. Salah satu karakteristik dari PGC adalah adanya nuage. Kehadiran nuage dapat diketahui dengan analisis ultrastruktur PGC. Nuage merupakan agregasi dari RNA dan protein yang nampak seperti terpisah, inklusi sitoplasmik padat elektron dan sering diamati berasosiasi dengan mitokondria. PGC dapat diidentifikasi secara kimiawi dengan alkalin phosphatase seperti yang dilakukan pada tikus dan baru-baru ini dengan menggunakan RNA binding factor yaitu vasa pada lalat dan zebrafish. Marker molekuler pertama untuk PGC pada ikan adalah Vasa mRNA zebrafish yang diekspresikan dalam PGC dari beberapa spesies. Vasa pada awalnya diidentifikasi pada Drosophila sebagai gen maternal untuk formasi segmen-segmen abdominal dan untuk spesifikasi germ cell. Sama seperti beberapa organisme lain, vasa mRNA zebrafish disuplai secara maternal dan dideteksi di dalam PGC pada semua tahap perkembangan germ line.

PGC dapat digunakan sebagai sarana untuk mengintroduksi gen-gen asing, karena sel ini dapat menjadi dewasa mengikuti perkembangan generasi melalui gametogenesis dan fertilisasi. PGC akan berubah menjadi gamet yang bertanggungjawab terhadap perkembangan organisme baru pada generasi berikutnya.

Priadi Setyawan, S.Pi M.Si

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: